Rabu, 01 Mei 2013

Sehangat Senja

Kepada:
Dewa Semesta

Aku ingin terbentang luas di samudera
Karena indahnya senja yang selalu menyejukkan mata
Aku ingin terbang dan melayang di angkasa
Karena indahnya senja yang selalu dinanti oleh jiwa

Ingin selalu mengenalmu lebih jauh
Tapi aku harus paham bagaimana diriku
Ingin selalu mengenalmu tanpa angkuh
Tapi aku harus meredam bara di dalam batinku

Di istanaku, tidak sebaik yang terlihat
Di istanaku, kenyamanan sudah terkikis habis
Di dalam pigura aku berada dan takut
Dalam risau aku diam, dendam yang kini kuhapus

Ingin ku runtuhkan kebencian
Ingin ku buang keputus asaan
Ingin ku bongkar ketidakpedulian
Ingin ku hancurkan kebodohan

Salam dariku:
Putri Antariksa

(Catatan dilembaran cover depan fotocopyan kepunyaanku)

Rasa

Sendiri bukan berarti sepi
Bisa saja hanya benar-benar mau menyendiri
Atau untuk sekedar meredamkan hati
Dari amarah di dalam diri

Sendiri bukan berarti sunyi
Mungkin pusing karena masalah saat ini
Yang susah untuk diatasi sendiri
Maka dari itu lebih baik untuk menyepi

Sendiri bukan berarti tak perduli
Dari keadaan sekitar yang menghampiri
Mungkin hati kurang meyakini
Terhadap jalan keluar dari segala persoalan yang dihadapi

Sebetulnya aku tidak berlari
Ataupun mengasingkan diri
Tetapi bukan keramaian yang dibutuhkan saat ini
Melainkan kedamaian hati yang sedang dicari

Waktu terus berputar tanpa henti
Kecuali batrai jam tangan yang sudah mati
Tapi waktu semesta takkan pernah berhenti
Kecuali Yang Maha Kuasa yang mengakhiri

Sama seperti kesendirianku saat ini
Semua dimulai karena dikehendaki
Dan akan diakhiri jika saatnya nanti
Aku hanya bisa menjalani atas apa yang sedang terjadi

Tuhanku Maha Memahami
Tuhanku juga Maha Mengerti
Dan Dialah Yang paling Mengetahui
Sampai pada perasaan dan kesendirianku yang telah Ia beri

Sendiri bukan berarti sepi, sunyi apalagi tidak perduli
Tetapi bagiku sendiri berarti mengenal hati sendiri
Menyentuh dan lebih memahami dri sendiri
Terima kasih kepada Tuhan yang selalu aku cintai