Minggu, 24 Februari 2013

Bukan titik yang membuat tinta, tapi tinta yang membuat titik. Bukan cantik yang membuat cinta, tapi cinta yang membuat cantik.- AM

Minggu, 03 Februari 2013

G#1


Teruntuk salah satu dari mereka sahabat-sahabatku, malam ini 3 Januari 2013:
Destie Rahma Poetri, Devi Yunita Syahri, Tio Prabowo, Wahyu Ergya

Ini adalah hari yang sudah ditentukan. Hari dimana sebuah janji dibuat. Dimana semua tawa akan terkuras dalam hitungan sepersekian detiknya dan bertahan berapa jam lamanya.
Hari  bertemunya seorang gadis berkacamata dengan  mereka-mereka yang bersedia menjadi abu yang pada dasarnya mereka adalah emas.  Malam yang indah tanpa adanya rintikan hujan yang membasahi tanah lapang daerah itu, dan banyaknya bintang yang betabur diatas langit adalah pelengkap indahnya malam itu.
Mereka hadir dengan banyaknya cerita, keusilan, dan ledekan yang sanggup membuatku mual, mulas, sampai aku meneteskan air mata, entah itu air mata karena tawa atau bahkan sedih karena habis-habisan aku di ledek.

Apapun itu adalah cara kami berbagi kebahagiaan, melepaskan segala penat dan cara kami bertahan dalam lingkaran pertemanan dengan segala kekurangan dan segala kelemahan.
Sesungguhnya aku merindukan kalian, aku rindu tawa lepas kalian, aku rindu canda kalian, aku rindu keusilan yang pernah kita perbuat bersama, segala hal yang pernah kita lakukan bersama yang bisa membuat hari ini jauh lebih indah. Aku rindu masa itu. Aku rindu kejadian itu.
Bertemu kalian adalah obat dari segala kehampaan dan rasa ingin memeluk kalian lebih dalam. Hari ini, aku teramat puas dengan segala gurauan, cerita-cerita, tawa lepas, dan rasa mual yang sudah kita bagi bersama-sama.
 
Akan aku tunggu waktu itu terulang kembali dengan segala kisah dan waktu yang berbeda. Kalian sudah menjadi serpihan dalam hidupku. Terimakasih atas ledekan, tawa riang, dan rasa ingin kabur dari kehidupan nyata yang sudah kalian beri dengan sengaja. Aku mencintai kalian, sangat.







(Ditulis disaat malam terasa begitu indah setelah pulang dari main)